Gresik Satu
Banner

Presiden MU: Kompetisi Lumpuh, PSSI Jangan Diam Saja!

GRES1.ID – Lumpuhnya kompetisi sepakbola Indonesia makin meresahkan klub-klub dan para pemain. Terbukti dua pemain asing Green Force Persebaya telah mengundurkan diri. 

Hengkang dan tak memperpanjang kontrak. Pasalnya, belum ada kepastian kapan kompetisi diputar lagi. Setelah terhenti sejak Maret 2020.

Diperkirakan gelombang eksodus pemain asing akan berlanjut. 

FOTO: bolasport.com

Bagaimana pula dengan sikap sponsor Shopee dan Emtek Group. Sebab, bisnis perlu kepastian. 

Presiden klub Madura United (MU), Achsanul Qosasi pun angkat bicara. “PSSI harus menyakinkan pemerintah, jangan diam saja!,” serunya

Sementara itu, pemain lokal berlabel bintang  hijrah ke kompetisi negara tetangga.

Mengapa? 

Achsanul membeberkan pendapatnya."Benar, kondisi yang terjadi akibat pandemi Covid-19 menyebabkan kompetisi sepakbola di Indonesia dan negara-negara lain di dunia harus dihentikan dulu."

Dia memaklumi karena bagaimanapun kepentingan dan keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan utama para pengambil kebijakan.

Namun tak berarti PSSI kehilangan kekuatan dan semangat juang. Tidak bergerak dan termangu menunggu perintah. 

"PSSI sangat punya pilihan dan kesempatan untuk berusaha mengubah pikiran pemerintah. Sayangnya kekuatan dan kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal. Alhasil masalah terus berlarut-larut. Terhenti tak berkutik. Hingga menciptakan masalah baru," lanjutnya. 

“Kepastian itu memang ada di pemerintah. Tapi minimal PSSI terus berupaya bergerak sana-sini untuk meyakinkan pemerintah,” ujarnya.

Presiden MU meminta PSSI tak malu meniru negara lain. Koq bisa mereka memutar kembali kompetisi sejak Agustus atau September 2020 lalu. 

Minimal apa yang terjadi di negeri jiran Malaysia, bahkan di benua Eropa dan Amerika dijadikan bahan rujukan untuk mengambil langkah positif. 

"Kita perlu berjalan lagi, tidak menunggu di jalan buntu," tandasnya. 

“Pelajari alasan negara lain dalam menjalankan kompetisi. Bikin analisis empirisnya, sampaikan kepada pemerintah,” katanya.

“Jangan pernah menyalahkan pemerintah tentang hal ini. Karena pemerintah itu butuh jaminan keselamatan rakyatnya dalam lingkup sepakbola,” pungkas pria yang akrab disapa Pak AQ itu.(A-1)

Apa Reaksi Anda?