Gresik Satu
Banner

Menpora Hadiri Youth Fun Juggling di Surabaya

GRES1.ID – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan PSSI terus menggelorakan Piala Dunia U20.

Piala Dunia U20 bakal digelar Kamis 20 Mei 2021 – Sabtu 12 Jun 2021 di Indonesia.

Dalam konteks itulah digelar Youth Fun Juggling Competition. Yang melibatkan ribuan pemain usia dini termasuk dari Sekolah Sepakbola(SSB) di 36 kota - kabupaten mulai 28 November sampai 14 Desember 2020.

Pergelaran ini berlansung di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sumatera Selatan.

Di Jawa Timur setelah  digelar di Sidoarjo dan Malang berlanjut di Surabaya, Sabtu 12 Desember 2020 di Vasa Hotel, Jalan Mayjen HR Muhammad.

Sebagai kota yang akan menjadi venue Piala Dunia U20, di Surabaya lebih wah ketimbang di kota lain.

Terbukti  seluruh stake holders sepakbola Indonesia hadir di sini.  



Ratusan pesepakbola muda dari berbagai SSB di Surabaya dikerahkan untuk memeriahkannya. Mereka begitu antusias.

Acara ini dihadiri  Menpora Zainudin Amali, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto, Sekda Prov Jatim Soekardi, Kadispora Jatim Supratomo, Ketua Harian KONI Jatim M. Nabil, jajaran pejabat Kemenpora serta Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh.

Menpora Zainudin Amali mengatakan, Youth Fun Juggling Competition dapat mengisi kevakuman kegiatan sepakbola di Indonesia. Maklum, karena situasi pandemi Covid-19 sekarang, aktivitas olahraga terutama sepak bola sedang vakum.

“Kegiatan ini setidaknya bisa menggairahkan kembali kegiatan olahraga yang terhenti. Terutama untuk anak-anak melalui kegiatan juggling ini. Mengisi kevakuman kompetisi sepakbola," kata Menpora.

Acara ini, lanjutnya, masuk dalam program pemerintah mempercepat perkembangan olahraga di Indonesia. Pelipur lara kerinduan 100 juta lebih para penggila bola yang sangat mendambakan kapan tergelarnya kembali kompetis di Indonesia?

Dalam suasana Covid-19 berbagai kendala dihadapi untuk menyelenggarakan acara ini. Yang pasti, pihak penyelenggara menjamin penegakan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan masa (**).

Apa Reaksi Anda?