Gresik Satu
Banner

Mengalami Cobaan Beruntun saat Pandemi Covid-19

GRES1.ID – Pengantar: wartawati senior Ita Lizamia spontan merespon tulisan saya berjudul Jangan Mempersulit Orang Lain. Di bawah ini komentarnya yang disampaikan dengan gaya bertutur.

Betul sekali semua yang dipaparkan Pak Aqua dalam tulisannya "Jangan Mempersulit Orang Lain". Saat ini sayapun mengalaminya sendiri. Bahkan dengan saudara kandung. Sebaiknya kita tidak mengharapkan balasan dari orang yang pernah kita tolong agar di kemudian hari tidak kecewa.

Ibarat pepatah mengatakan "sudah jatuh tertimpa tangga pula". Itulah yang sedang saya alami sekarang.

Berturut-turut dalam 2 bulan ini, agaknya ALLAH SWT sedang menguji keimanan dan keikhlasan saya dalam menghadapi masalah demi masalah. Cobaan yang datang terus-menerus dan beruntun.

Pada November 2020 lalu anak sulung saya
Gardita Maulida Utomo yang akrab dipanggil Dita mengabarkan lewat WA kalau kontrak kerjanya di Google Singapura tidak diperpanjang. Jadi April 2021 masa kerjanya berakhir di sana.

Ya ALLAH... Kabar tersebut saya terima seperti disambar geledek. Padahal si sulung sedang giat-giatnya menabung guna mewujudkan keinginannya untuk membeli rumah mungil untuk kami tinggali bersama.

Rencana indah itu buyar seketika. Pandemi Covid-19 penyebabnya? Saya tidak tahu persis. Hanya berdoa dan pasrah.

Gemetar dan Lemas Tahu Dito Reaktif

Belum hilang keterkejutan itu, saya kembali dapat cobaan. Menerima kabar sedih lewat WA dari si bungsu Dito panggilan akrab Gardito Lukman Amirullah Utomo. "Bunda hasil rapidku reaktif," ungkapnya.

Masya ALLAH... Apalagi ini? Gemetar dan lemas rasanya seluruh tubuh ini. Sejenak saya tidak bisa berfikir apapun. Tapi Alhamdulillah setelah berikhtiar dan berusaha serta atas pertolongan ALLAH SWT akhirnya hasil tes swab berikutnya negatif. Duh lega rasanya. Terima kasih ya ALLAH. Saya sangat bersyukur sekali karena cucu, menantu, dan bapaknya tidak tertular.

Saat hasil rapid Dito reaktif, saya sempat mengabarkan hal itu ke Pak Aqua. Sekaligus ingin mendapat masukan dari beliau.

"Aww, siap Mbak ITA. Sebaiknya swab saja. Rapid reaktif belum tentu swabnya positif. Sikapi dengan berpikir positif n berdoa kepada ALLAH SWT. Yakinlah hasil swab DITO negatif. Aamiin ya robbal aalamiin... Makasih banyak Mbak ITA."

ita.jpgIta Lizamia (kiri) menangis terharu saat memberikan sambutan usai menerima hadiah umroh dari DR Aqua Dwipayana (kanan) pada 10 November 2019. (FOTO CoWasJP)

Waktu mendapat respon WA yang positif dari Pak Aqua, saya jadi tenang. Apalagi beliau ikut membantu Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Bapak Letjen TNI Doni Monardo, sehingga sedikit banyak paham tentang virus yang sangat berbahaya itu.

Berusaha Bangkit dari Keterpurukan

Belum genap 3 minggu rasa lega ini saya rasakan, tiba-tiba saja adik saya mengabarkan akan pulang ke Surabaya. Rumah yang saya tempati selama 12 tahun harus segera dikosongkan karena akan disewakan ke orang lain. 

Mendengar kabar itu saya kaget sekali. Jantung saya nyaris berhenti berdegub. Ya ALLAH cobaan apalagi ini?

Sedih, susah, kecewa, dan sakit hati bercampur aduk jadi satu. Saya harus bagaimana?

Timbul penyesalan, kalau tahu begini saya dari dulu seharusnya berusaha membeli rumah sendiri meski kecil. Sekarang sudah jadi mahal harganya. 

Tapi sesal tinggallah sesal, "menyesal kemudian tak berguna". Begitu bunyi pepatah. Saya harus bangkit dan semangat dari keterpurukan ini, dengan membesarkan hati sendiri. Uang bisa dicari, tapi persaudaraan tidak bisa dibeli dengan uang. 

ita1.jpgIta Lizamia (no 2 dari kiri) bersama ibu-ibu Cowasers (para mantan karyawan Jawa Pos Group). (FOTO: CowasJP.com)

Akhirnya... Meski dengan berurai air mata , saya tetap menjalani hidup ini dengan semua yang harus saya jalankan. Insya ALLAH dengan pertolongan ALLAH SWT jalan itu terkuak sedikit demi sedikit. Alhamdulillah...

Saya menyadari sekali, saat pandemi Covid-19 yang sulit ini tidak hanya saya sekeluarga saja yang merasakan dampaknya. Hampir semua orang di seluruh dunia mengalami hal serupa.

Mengingat semua cobaan itu, saya jadi teringat nasihat Pak Aqua. Apabila memutuskan untuk menolong siapapun, janganlah mengharap balasan apapun dari yang kita tolong.

Ungkapan itu benar sekali dan sangat valid. Harus yakin bahwa semua itu adalah atas kehendakNYA.

Semoga ada pelangi indah setelah hujan reda. Aamiin ya robbal aalamiin...

Terima kasih banyak Pak Aqua karena sudah mengingatkan. Kesedihan saya sedikit berkurang. Pas sekali tulisan bapak dengan kondisi yang saya alami sekarang.(*) 

>>>Dari kawasan Nusa Dua Bali menjelang mendampingi aktivitas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol Boy Rafli Amar, saya ucapkan selamat berusaha mengambil hikmah dari semua kejadian. Salam hormat buat keluarga. 07.30 17122020.

Apa Reaksi Anda?