Gresik Satu
Banner

Ada Cowok Nikahi Dua Teman SMA, Ada Bocah Cintai Tukang Pijat

GRES1.ID – Tidak semua pernikahan dini disebabkan oleh tekanan ekonomi. Pihak mempelai cewek yang masih ABG dipaksa nikah oleh orang tua kandung atau orang tua angkatnya. Tujuannya: terbebas atau mengurangi derita kemiskinan.

Tapi ada juga yang menikah karena faktor cinta. Sesama ABG atau remaja di bawah usia 19 tahun menikah. Bahkan ada cewek belia usia 12 tahun jatuh cinta dan rela dinikahi seorang tunanetra tukang pijat usia 44 tahun.

BACA JUGA: Mengapa Cewek Usia 12 Tahun Nikah dengan Pria Usia 45 Tahun?

Seorang cowok pelajar SMA pun bisa nikah dengan dua teman SMA-nya. Wouw. Ini benar-benar terjadi!

Begitulah isi dunia. Tak selalu lazim. Ada saja yang tidak lazim.

Inilah beberapa contoh peristiwa nikah dini karena saling cinta:

Berita kompas.com, Sabtu 17 Oktober 2020 berjudul: “Viral! Pelajar SMK di Lombok Nikahi 2 Gadis Kurang dari Satu Bulan.”

Di Lombok Barat, terjadi pernikahan Ahmad Rizal (18) warga warga Dusun Sayong Batu, Desa Cendi Manik, Lombok Barat viral di media sosial. Hal ini lantaran siswa kelas XII SMKN Gerung itu menikahi dua gadis dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. 

Istri pertama bernama Fitriani, siswi kelas XI SMA di Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Rizal menikah dengan Fitriani pada 17 September 2020.

Sedangkan istri kedua bernama Mariani. Sama seperti Fitriani, juga masih duduk di bangku kelas XI Madrasah Aliah di Kecamatan Sekotong Tengah, Lombok Barat.

Rizal menikah dengan Mariani pada 12 Oktober 2020, atau 25 hari setelah pernikahannya yang pertama. Ayah Rizal, Ayuni (37) menjelaskan pernikahan anaknya tersebut digelar secara adat, tanpa memberitahukan Kantor Urusan Agama (KUA). 

Dengan begitu, Rizal menikah isteri keduanya Mariani 25 hari setelah pernikahannya yang pertama.

"Mau bagaimana ini jodoh dan sudah terjadi, ya mau ndak mau kita harus bahagia menjalaninya," ujar Ayuni.

GEGARA PACARAN SAMPAI SUBUH

Cektkp.id menayang berita dengan judul: “Viral, ABG 15 Tahun Nikah Dini, Akibat Sering Lakukan Beginian Saat Pagi Hari.”

Pasangan muda ini menikah pada Minggu 26/11/2017. Waktu itu, dunia maya sempat dibuat heboh lantaran beredarnya foto-foto pernikahan sepasang anak baru gede (ABG) melalui media sosial dan grup aplikasi pesan instan.

Gadis usia 12 tahun menikah dengan terapis tunanetra usia 44 tahun. (FOTO: Instagram makassar_iinfo ©2020 - Merdeka.com)

Melansir Tribun Timur, Senin 27/11/2017, pasangan Andini (mempelai perempuan) dan Arling (mempelai laki-laki) adalah siswa kelas X pada SMA yang sama.

Andini, mempelai wanita usia 15 tahun, adalah warga Lampa, Kelurahan Mappili, Kecamatan Mappili, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Sedangkan Arling, mempelai pria usia 16 tahun, adalah warga Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.

Mereka melangsungkan akad nikah dan resepsi pernikahan di rumah Andini menggunakan adat Mandar. Penyebab pernikahan mereka adalah kerapnya sang orangtua memergoki mereka pulang saat subuh.

“Dinikahkan karena selalu pulang subuh sama pacarnya. Pernikahan ini untuk mencegah kemudaratan,” ungkap seorang narasumber padaTribunSulbar.com.

Pernikahan dua remaja ini mendapat beragam tanggapan dari netizen. Kebanyakan dari mereka mengkritik lantaran mereka dinilai masih terlalu muda untuk membangun bahtera kehidupan rumah tangga. 

Namun, ada pula yang mendukung langkah mereka untuk menghindari perbuatan dosa.

Komentar netizen:

1/ "Keduanya bertekad untuk menikah dengan alasan saling menyukai. Semoga samawa ya nak, amin ya robbal alamin," tulis Yuni di akun facebook-nya @Yuni Rusmini, Senin (27/11/2017). 
2/ "Masih terlalu kecil, seharusnya orangtua memberikan saran umur 16 itu umur untuk belajar kalau di desa ku anak menikah di bawah umur 18 th tidak mendapat surat nikah," tulis @Azrina Zahfira.
3/ "Itu dpt surat nikah gak klo nikah d bwh umur? D tmpt sy gak dpt...smntara nikah siri dlu," timpal @Semmy SRy WaNty.
4/ "Dipikir2 mending begini daripada tanpa ikatan akhirnya lahir bayi tak berdosa dibuang2. Tapi masalahnya apa dapat surat nikah?" komen @Coepied D'boulewhonnebhee.
5/ "Baguslah nikah dari pda gak nikah malah nanti terjadi yg macam2 hehehe kok dedek cowoknya gitu ya mukanya. Dedek ceweknya cantik," tulis @Iyang Kroya Koek Koek.

***

SOROTAN BKKBN SULSEL

Menurut informasi dari Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat, Andi Ritamariani, Sulawesi Barat memang menempati urutan pertama provinsi yang memiliki kasus pernikahan dini.

Berdasarkan hasil data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 Sulawesi Barat, rata-rata usia kawin pertama berada pada usia 19,3 tahun.

Gadis tamatan SD dapat uang mahar Rp 127 juta. (FOTO: Facebook - cektkp.id)

KPAI (Komisi Perlindungan Anak dan Ibu) menyoroti beredarnya foto pernikahan di bawah umur yang viral di media sosial (medsos). Pernikahan ABG berusia 16 tahun itu disebut sebagai potret keprihatinan.

“Kami akan mendalami pernikahan ini. Jika benar terjadi, tentu sangat memprihatinkan. Padahal dalam undang-undang perlindungan anak orang tua wajib mencegah perkawinan usia anak,” ucap Ketua KPAI Susanto, Selasa (28/11/2017).

Susanto mengimbau agar para orang tua memastikan hal tersebut tidak terjadi. Pernikahan bukanlah hal sederhana yang hanya dilandasi suka sama suka.

“Menikah itu tidak sesederhana yang dibayangkan. Suka sama suka, saling menyayangi hanya bagian kecil dari potensi baik berkeluarga. Ada hal-hal lain yang juga prinsip dan fundamental. Kematangan berpikir dan me-manage keluarga yang ramah anak sangat fundamental harus dimiliki oleh calon mempelai,” sebut Susanto.

Hal serupa disampaikan komisioner KPAI Jasra Purba. Dia menyoroti pasangan yang terlalu muda ketika menikah memiliki kerentanan tinggi terkait kehamilan dan kondisi ekonomi.

“Bahwa pernikahan usia dini ini anak-anak tidak siap karena ketika dia punya pasangan dan hamil mungkin dari sisi kandungan tidak kuat menjalani kehamilan dan dari sisi ekonomi dengan usai anak kalau ekonomi nggak kuat tingkat perceraian tinggi,” ucap Jasra.

“Dan usia nikah yang baik itu adalah usia 22 tahun dalam psikis dan biologis dia sudah siap,” kata Jasra menambahkan.

***

CEWEK 17 TAHUN DAPAT MAHAR RP 127 JUTA

Cektkp.id 16 January 2018, mengabarkan pernikahan dua sejoli yang jadi perbincangan warganet terutama di Facebook.

Pernikahannya menyita perhatian karena uang panaik (mahar) yang dibawa mempelai laki-laki. Fika Alvira, usia sekitar 15 tahun, mendapat uang panaik Rp 127 juta di Bombana, Sulawesi Tenggara.

Kabar Fika ini menghebohkan jagat maya saat foto-fotonya memangku segepok uang pecahan Rp 100 ribu beredar luas di facebook sejak Senin 15/1/2018. Adalah pemilik akun Facebook Aprielia Nelhyapreliani yang memposting kabar ini dan viral.

“Wow gadis asal Bombana yang katanya tamatan Sekolah Dasar (SD), diberi mahar/uang panai Rp 127 juta. Udede mahalnya, manrasai (tobat.red) laki-laki kalau begini,” tulis Aprielia.

Uang panaik fantastis memang bukan barang baru di Sulawesi. Namun yang membuat berita heboh adalah setelah diketahui Fika hanya tamatan sekolah dasar (SD) dan masih berumur kurang dari 17 tahun.

Seandainya ia melanjutkan sekolah diperkirakan saat ini ia baru duduk di kelas 3 SMP.

Dikutip dari Sultra terkini.com, Fika dipersunting pria bernama Saimul (19). Fika dan Saimul disebut-sebut dijodohkan oleh kedua orangtua mereka.

Pernikahan keduanya digelar di Desa Kalibaru, Kecamatan Poleang Selatan, Kabupaten Bombana. Kabupaten Bombana adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kabupaten Bombana beribukota Rumbia, dibentuk berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003. Merupakan pemekaran Kabupaten Buton.

CEWEK 12 TAHUN JATUH CINTA PADA PRIA 44 Tahun

Senin, 6 Juli 2020 merdeka.com memberitakan, media sosial kembali dihebohkan dengan viralnya pernikahan anak di bawah umur. 

Pria tunanetra, Baharuddin (44) yang saling suka dengan seorang gadis NS yang masih berusia 12 tahun, menikah pada Selasa 30/6/2020. Atas dasar saling cinta.

Pernikahan yang digelar dengan mengusung adat Bugis Makassar, di Desa Watung Pulu, Kecamatan Suppa, Pinrang, Sulawesi Selatan. 

Baharuddin adalah seorang terapis pijat tunanetra. Kala itu dia menerima panggilan dari orang tua NS untuk memijat anaknya di rumah. Ternyata perkenalan awal yang singkat tersebut berhasil memikat hati sang gadis yang masih kecil itu.

Melansir dari akun Instagram makassar_iinfo, Kapolsek Suppa AKP Chandra mengatakan bahwa keduanya sempat menjalin kasih. 

Meski awalnya Baharuddin menganggap NS sebagai anak kecil biasa. Tetapi komunikasi yang terus terjalin menumbuhkan rasa cinta dan terbalaskan oleh NS yang menerima ajakan pacaran.

"Mereka ini sempat pacaran," ungkap AKP Chandra.

Proses lamaran dan pernikahan digelar di kediaman kakak kandung NS di Kampung Lamajakka, sekaligus sebagai saksi nikah. Pernikahan dilaksanakan cukup sederhana dengan pakaian yang indah membalut kedua mempelai. 

Baharuddin dan NS telah mendapat restu dari kedua orang tua. Apalagi kini NS sudah berhenti sekolah di usia 12, sebab ayah tirinya mengalami lilitan ekonomi yang mencekik. Hingga tak sanggup melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMP.

DITOLAK KUA

Menurut Kapolsek Suppa, AKP Chandra, Lembaga Perlindungan Anak Pinrang dan Dinsos Kabupaten telah memeriksa pernikahan di bawah umur tersebut.

"Iya betul, ada pernikahan anak di bawah umur dan sudah didalami oleh pemerintah," papar AKP Chandra dikonfirmasi pada Sabtu 4/7/2020 seperti dilansir makassar_iinfo.

Pernikahan di Kampung Lamajakka, Desa Watung Pulu, Kecamatan Suppa, Pinrang, Sulawesi Selatan itu benar-benar mengejutkan. 

Karena KUA menolak pernikahan anak di bawah umur, diusunglah pernikahan adat Bugis Makassar. Baharuddin sang mempelai pria tercatat sebagai warga Kota Makassar.

Setelah keluarga kedua belah pihak mempelai menerima penolakan dari KUA, mereka coba memohon pada Pengadilan Agama Pinrang, Sulsel. Agar memperoleh legalitas atau penetapan secara negara. Baharuddin terlepas dari jeratan hukum, sebab tak ada unsur paksaan dan saling cinta yang diakui oleh NS.

"Namun pihak KUA tetap menolak dengan pertimbangan usia perempuan yang tergolong masih di bawah umur. Tapi, kakak NS, tetap menikahkan mereka," jelas AKP Chandra.

KOMENTAR NETIZEN

Tak ayal viralnya pernikahan anak dibawah umur itu menuai kontroversi dari banyak pihak. Meski ada netizen yang mendoakan supaya tetap harmonis, tapi lebih banyak yang menyayangkan peristiwa yang dialami seorang anak yang terlalu dini mengenal pernikahan. 

1/ "Anak 12 tahun belum ngerti apa apa tolong orang tua nya dibimbing itu," tulis got7_indon.
2/ "Entah Apa yg Ada difikirannya OrangTuanya ini Cewek, Masih Anak-anak ini kdonk kenapa Dikasih menikah Mi," tulis citraaay.
3/ "Anak segini masih perlu banyak edukasi, apalagi menuju jenjang pernikahan. Ilmu parenting juga perlu," tulis cacamerondallas.
4/ "Ini bisa dikenai hukum ngak? bjirr masi muda banget ceweknya," tulis berlin_helsinki.
5/ "Kenapa di 2020 banyak aneh-aneh," tulis kubar.story. (Bersambung)

Apa Reaksi Anda?