Gresik Satu
Banner

Sragen dan Solo Ditutup, Nekad Mudik Diancam Karantina

GRES1.ID – Libur akhir tahun 2020 bakal diwarnai penutupan Kota Sragen dan Kota Solo dari warga asal Sragen dan Solo yang berdomisili di luar kota. Bahkan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menegaskan, surat bukti tes swab negatif Covid-pun tak berlaku.

Sedangkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menegaskan, bagi yang nekad mudik wajib swab dan harus menjalani isolasi mandiri di Technopark.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo. (FOTO: solopos.com)

Diberitakan joglosemarnews.com, Pemkab Sragen menyerukan kepada warga Bumi Sukowati yang berada di luar kota untuk tidak mudik atau pulang kampung pada libur Natal dan Tahun Baru nanti.

Tindakan tegas ini dilakukan karena terjadi lonjakan signifikan jumlah warga yang terpapar Covid-19 Sragen dalam beberapa waktu terakhir. “Dengan tidak mudik akan mengurangi potensi penyebaran Covid-19. Tidak hanya melindungi diri sendiri, juga demi melindungi warga yang ada di kampung halaman atau di rumah,” tutur Mbak Yuni – sapaan akrab BupatiSragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Mbak Yuni meminta kesadaran warga yang ada di luar kota. Bagaimana jika ada yang nekat mudik?

Pemkab siap menindak tegas. Nantinya bagi yang ketahuan nekat mudik, Satgas Covid-19 setempat diminta langsung merekomendasikan dilakukan tes swab.

“Kalau diswab hasilnya positif, langsung diisolasi mandiri di Technopark. Tapi kami tidak berharap ini, harapan kami semua menaati imbauan untuk tidak pulang atau mudik dulu, karena situasi covid-19 sedang demikian naik terus,” katanya.

 “Kalau diswab hasilnya positif, langsung diisolasi mandiri di Technopark. Tapi kami tidak berharap ini, harapan kami semua menaati imbauan untuk tidak pulang atau mudik dulu, karena situasi covid-19 sedang demikian naik terus,” tegasnya.

Ruang karantina di Technopark Solo. (FOTO: radarsolo.jawapos.com)

Jumat 11/12/2020, angka kasus positif Covid-19 di Sragen sudah menembus 1.983 kasus, dengan jumlah warga meninggal dunia mencapai 138 orang.

Dari 138 orang itu rinciannya 75 orang meninggal dengan status positif covid-19, 60 orang meninggal dengan status suspek dan 3 lainnya dalam status PP, ODP dan positif sembuh. 

MUDIK KE SOLO DIKARANTINA DUA PEKAN

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo telah menyiapkan rumah karantina bagi para pemudik yang nekad datang ke Solo. Tempat karantina yang sebelumnya di Benteng Vastenburg dipindah di Gedung Solo Technopark. Penggantian rumah karantina itu karena Benteng Vastenburg dianggap tidak layak. Terlebih lagi di pintu masuk ditemukan adanya kerusakan. 

“Para pemudik nantinya dikarantina selama dua pekan di Gedung Solo Technopark. Sedangkan Benteng Vastenburg digunakan untuk karantina bagi pelanggar protokol kesehatan,” papar Walikota FX Hadi Rudyatmo .

Jumlah kasus Covid-19 di Solo tercatat terus mengalami penambahan. Berdasarkan data yang dikutip kompas.com dari website surakarta.go.id pada 10 Desember 2020, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 tembus 3.183 orang, suspect 1.441 orang, dan probable 10 orang. 

Menyikapi kondisi itu, pemerintah Pemkot Solo akan melakukan pengetatan terhadap pemudik yang nekad masuk ke Solo selama periode libur akhir tahun.

Langkah yang disiapkan:

1/ Siapkan rumah karantina

"Benteng Vastenburg dijadikan tempat karantina sehari bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19," kata dia, Selasa 8/12/2020. Bagi warga yang berdomisili di Solo pelanggar prokes. 

2/ Surat hasil swab negatif tidak berlaku. 

Rudy menegaskan, tempat karantina yang telah disiapkan itu nantinya diperuntukkan bagi semua pemudik yang datang ke Solo tanpa terkecuali. Bahkan, mereka yang sudah mengantongi surat hasil rapid test tidak berlaku. 

"Tidak berlaku! Surat rapid atau swab negatif tidak berlaku! Tetap karantina. Sebab dalam perjalanan mudik masih rawan kena virusnya," kata Rudy pekan lalu.

3/ Semua pintu masuk dijaga.

Untuk memaksimalkan upaya yang dilakukan itu, seluruh pintu masuk ke Solo dijaga secara ketat. Pemkot akan bekerjasama dengan pihak Bandara Adi Soemarmo, Terminal Tirtonadi, dan stasiun kereta api untuk mendata para pemudik. 

Petugas yang melakukan pendataan di setiap titik akan melibatkan berbagai unsur mulai dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI dan Polri. "Jadi nanti kita akan bekerja sama dengan kepala bandara, kepala stasiun, dan kepala terminal. Kita juga akan membentuk Satgas Pemantau pintu masuk Kota Solo," katanya.

Semua kendaraan luar kota yang akan masuk ke Solo juga akan dicek identitasnya. 

4/ Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung upaya Pemkot Solo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendukung langkah Walikota Solo tersebut. Sebab, tingkat penyebaran Covid-19 di wilayah Solo Raya tercatat cukup tinggi. Sehingga perlu adanya upaya ekstra untuk melakukan pengendalian. 

"Kondisi Covid-19 di Jateng ini perlu pengendalian cukup serius. Saya kira, ide Pak Wali Kota mengkarantina mereka yang datang dari luar itu baik," kata Ganjar, Kamis 10/12/2020. 

"Menurut saya itu cara yang baik, sehingga orang tidak keluar masuk tanpa terkontrol. Apalagi, mereka yang tidak pernah tahu kondisinya, apakah dalam kondisi sehat atau tidak. Pak Wali Kota ingin betul-betul memberikan perlindungan pada warganya agar semua selamat," tegasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?