Gresik Satu
Banner

Bakti Sosial ISNU Tulungagung Gelar Khitanan Massal

GRES1.ID – Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Tulungagung  menggelar bakti sosial berupa khitanan massal, Rabu 16/12/2020.

Dilaksanakan di halaman Kantor KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Rohmatul Ummat di Jalan Letjend Suprapto 97, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung. Diikuti 35 anak laki-laki baik dari keluarga kurang mampu dan umum.

Khitanan massal ini dilaksanakan bersama Pagar Nusa, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), KBIH  Rohmatul Ummat dan PWI Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng, kemudian dilanjutkan dengan pembagian sarung, kopiah, dan uang saku.

Didukung oleh empat tenaga medis profesional yang mengkhitan para pelajar tersebut.

Anak-anak itu tampak bahagia lantaran akan menunaikan satu kewajiban sebagaimana syariat Islam menggariskan hukum khitan. Tapi ada juga yang terlihat takut sunat. Alhamdulillah semua proses dapat dilalui dengan baik.

Foto bareng sebelum acara khitan massal dilaksanakan. (FOTO: istimewa)

DIMINTA SETAHUN DUA KALI
Ketua PC ISNU Tulungagung Mochammad Rifai mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu kegiatan berbagi kasih kepada masyarakat yang kurang mampu. Namun juga terbuka untuk masyarakat umum.

"Kegiatan sosial ini menjadi salah satu program penting yang harus dilakukan dengan maksimal. Khitan massal ini bagian dari kegiatan menyambut Harlah ISNU ke 21. Sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat, dan juga sangat bermakna bagi anak itu sendiri menuju proses kedewasaan,” ujar Rifai.

Kegiatan ini dinilai cukup istimewa, karena  menunjukkan kesolidan antarlembaga yang dimiliki NU:
1/ ISNU sebagai lembaga yang menginisiasi kegiatan.
2/ LKNU mendukung dalam hal tenaga medis.
3/ Pagar Nusa menjaga jalannya acara agar tetap kondusif.

"Sinergi ini harus terus terjalin di kemudian hari. Kami berterima kasih kepada para banom NU atas bantuannya,” katanya.

Rifai berharap agar kegiatan ini berlanjut. Masih banyak lagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan.

"Bahkan apabila memungkinkan, kegiatan khitan massal ini menjadi agenda rutin setahun dua kali," harapnya.

“Semoga acara ini istiqomah dan ke depan pesertanya makin banyak,” harapnya.

Salah satu orang tua peserta, Muhammad, memaparkan alasan dirinya mengikutkan anaknya di kegiatan khitan massal ini.

Banyak teman sebaya anaknya yang memberikan bantuan finansial. “Alhamdulillah sangat membantu. Anak saya jadi tidak merasa takut karena banyak teman sebayanya yang juga ikut disunat,” ucapnya.

Menurut Muhammad, kalau dikhitan secara mandiri biayanya mencapai Rp 500 ribu.

“Acara khitan massal ini sangat membantu. Kalau bisa acara ini bisa berlanjut,” harapnya. (*)

Pewarta: Imam Kusnin Ahmad

Apa Reaksi Anda?