Gresik Satu
Banner

Mengapa Cewek Usia 12 Tahun Nikah dengan Pria Usia 45 Tahun?

GRES1.ID – Ini bukan berita baru. Sudah diberitakan berbagai media massa. Tapi rasanya masih menarik bila dirangkum. Disajikan ulang. Karena kasus cewek nikah dini tidak hanya terjadi di Lombok Barat dan Banyuwangi. Di Jawa Tengah (Jateng) pun cukup banyak.

Ternyata, di era milenial sekarang pun masih cukup banyak kasus nikah dini di berbagai daerah. Dengan berbagai motif.

Tampang pria yang nikahi anak 12 tahun (FOTO: news.detik.com - Ardian Fanani)

Sangat mungkin juga terjadi di daerah-daerah lain yang belum terdata dan terlaporkan. Tapi dari data yang ada, kiranya layak menjadi catatan khusus di akhir tahun 2020 ini.

Yang jelas, dari berita beberapa media online tercatat lebih dari 1.400 kasus nikah dini dari Januari – Oktober 2020. 

1.Lombok Barat 512 kasus.

2.Jepara 234 kasus.

3.Kendal Januari-Juli 2020 mencapai 179 kasus.

4.Blora 203 kasus.

5.Rembang  (6 bulan terakhir) 150 kasus. 

6. Demak 157 kasus.

TOTAL = 1.435 kasus.

(Belum termasuk di daerah-daerah lain yang belum terdata dan terlaporkan).

***

KASUS DI BANYUWANGI YANG VIRAL

Bocah usia 12 tahun dinikahi pria usia 45 tahun yang telah beristri di Banyuwangi. Kasus ini diberitakan suarajatim.id  pada Selasa, 14 Juli 2020. Berita ini kemudian meledak jadi viral. 

Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara Syarifudin, mengkonfirmasi adanya laporan seorang gadis berusia 12 tahun menikah dengan pria beristri di Desa/ Kecamatan Siliragung. Pihaknya kini tengah memeriksa sejumlah orang untuk mengungkap laporan tersebut.

 “Kita telah mendapat laporan dari orang tua bahwa anaknya yang masih berusia 12 tahun dinikahi oleh orang dewasa,” kata Arman sebagaimana dilansir Beritajatim.com (jaringan Suara.com), di Mapolresta Banyuwangi, Senin 13/7/2020.

M. Imam Gozali, Aktivis yang mendampingi bocah 12 tahun yang dinikahkan siri ibu angkatnya (foto:Muh Hujaini/ngopibareng.id)

Saat itu, pihaknya tengah memeriksa sejumlah saksi. Kasus ini ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi.

 “Kita sedang memeriksa korban dan saksi dari korban, termasuk satu dari pihak terlapor,” ujarnya pada tanggal 13/7/2020.

Pria berinisial NW menikahi gadis berinisial SW di Desa/ Kecamatan Siliragung. Pernikahan ini tidak biasa dan tak lazim karena terpaut usia sangatlah jauh. Apalagi, perempuan yang dinikahi itu masih terbilang bocah, berumur 12 tahun.

Pernikahan ini menjurus pada eksploitasi anak di bawah umur.

Kejadian ini terungkap setelah kedua orang tua kandung si gadis mendatangi kediaman Ketua RT dan Kepala Dusun Krajan, Desa/ Kecamatan Siliragung. Mereka mengadu bahwa anaknya telah menikah dengan seorang pria.

Alasan pernikahan itu diduga lantaran adanya kebutuhan ekonomi yang mendesak. Bahkan, pernikahan itu telah berlangsung selama 4 minggu.

Ngopibareng.id mengungkapkan, SW, 12 tahun, yang dinikahkan secara siri oleh ibu angkatnya dengan NW, 45 tahun, tersebut tanpa sepengetahuan dan seizin orang tua kandung SW. 

"Dinikahkan dengan laki-laki yang sudah beristeri, tapi belum cerai," jelas aktivis yang mendampingi keluarga korban, M. Imam Gozali, Senin, 13 Juli 2020.

Selama empat minggu menikah, NW setiap hari tidur di rumah tempat tinggal SW dan ibu angkatnya."Kalau masalah sudah digauli atau belum, saya tidak tahu. Itu kewenangan yang berwajib untuk menjelaskan setelah divisum," jelasnya.

Alasan ibu angkat korban menikahkan anak yang masih duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar itu, karena NW sering membantu biaya kebutuhan keponakannya itu. Bahkan menurut Gozali, ibu angkat korban sempat menyatakan siapa yang membantu biaya hidup SW, maka orang itu boleh menikahi SW.

Kedua orang tua kandung korban baru mengetahui empat minggu kemudian. Setelah anaknya dinikahkan siri oleh ibu angkatnya. Orang tua kandung korban dan ibu angkatnya tinggal di desa yang berbeda. 

"Jadi, SW nikah siri hanya atas persetujuan ibu angkatnya. Tanpa sepengetahuan dan seizin orang tua kandung," tegasnya.

Bersama orang tua kandung korban, Gozali kemudian ke Polsek Siliragung untuk melaporkan peristiwa itu. Petugas Polsek langsung merespon kejadian itu. Korban, ibu angkat korban, dan NW langsung dimintai keterangan. 

Kasus ini akhirnya diambil alih unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polresta Banyuwangi.

 “Pukul 23.00 WIB, 12 Juli 2020 kami menerima  laporan orang tua kandung korban. Anaknya dinikahkan dengan orang dewasa," jelasnya.

Bagaimana kelanjutan cerita SW setelah ditangani Polresta Banyuwangi? Sayang, belum ada media online atau cetak yang memberitakannya. 

Apakah SW langsung diceraikan (apalagi “hanya” nikah siri)? Apakah kemudian SW terpaksa hidup bersama orang tua kandungnya lagi? Bagaimana hasil visum terhadap korban SW. Jika pernah digauli oleh NW, apakah kemudian hamil?

Kisahnya terasa belum tuntas.(Bersambung)

Sumber: suarajatim.id, beritajatim.com, ngopibareng.id.

Apa Reaksi Anda?