Gresik Satu
Banner

Perang Abadi MengeNOLkan Pengangguran

GRES1.ID – Dunia tanpa pengangguran bisa dibilang utopia (hanya impian). Dulu, di masa kerajaan yang kekuasaannya mutlak (absolut monarchi), ada ribuan bahkan mungkin puluhan ribu rakyat jelata bekerja. Tapi statusnya sebagai budak belian. Tanpa gaji yang jelas. Merana karena kehilangan hak-hak pribadi.

Sejak berdirinya kerajaan/negara tertua di dunia, yaitu Mesir pada tahun 3.100 SM (sebelum masehi) sampai era milenial sekarang pun perjuangan keras manusia untuk meniadakan pengangguran tak pernah terujud.

Aksi Serikat Buruh di Gresik. (FOTO: kompasiana.com)

Negara-negara adidaya pun tak mampu menge-NOL-kan pengangguran. Apalagi jagat masih dicekam wabah Covid-19. Ditambah perkembangan teknologi, termasuk teknologi informasi, yang ternyata meluluh-lantakkan sebagian sektor riil. Giant Mall misalnya banyak yang tutup. Begitu pula Matahari. Berapa ribu karyawan yang harus kena PHK. Taksi-taksi konvensional termehek-mehek.

Kini ada 20 negara yang disebut-sebut sebagai yang paling bahagia di dunia. Yang nomor 1 Finlanda. Ini menurut World Happines Report yang diterbitkan Maret 2020. Nomor 2 Denmark, 3 Swiss, 4 Islandia, 5 Norwegia, 6 Belanda dan seterusnya. Inggris nomor 13, Amerika Serikat nomor 18. 

Tapi apakah Finlandia sukses menge-NOL-kan pengangguran?

Ini datanya:

Menurut Trading Economics, Oktober 2019 persentase pengangguran di Finlandia 6% (dari total jumlah penduduk usia kerja). Setelah dunia dihajar Covid-19, Mei 2020 warga yang menganggur di Finlandia naik jadi 10,6%. November sekarang mulai menurun jadi 7,6%.

Jumlah warga Finlandia yang terpapar Covid-19 sampai Jumat 20 November 2020 sebanyak  20.747 orang. Yang meninggal 375 orang, yang sembuh 15.300 orang (73,74%). 

Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Finlandia masih lebih rendah dibanding Indonesia (84,07%). Indonesia boleh bangga dikit. Tapi, jumlah yang terpapar Covid-19 di Indonesia jauh lebih besar. Yaitu 488.310 orang. Yang sembuh 410.552 orang.

Finlandia didaulat sebagai negara terbahagia setelah World Happines Report melakukan survei terhadap 153 negara sejak 2017 sampai 2019. Diberitakan kontan.co.id 8 Oktober 2020, Finlandia terbahagia karena tingkat korupsinya sangat rendah. Dan, polisi Finlandia disebut sebagai paling dapat dipercaya di dunia.

Dikutip Kompas 21 Maret 2019, pemerintah Finlandia bisa menarik pajak yang tinggi kepada warganya. Dan warganya ikhlas ditarik pajak tinggi. Karena mereka percaya betul kepada pemerintahnya. Bahwa uang pajak yang mereka berikan benar-benar akan dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat. 

Tertidur 25 tahun, PT Garam Segoromadu Gresik kembali bangkit. (FOTO: liputan6.com/Dian Kurniawan)

Pendapatan per capita warga Finlandia USD 48.771,038 tahun 2019 = sekitar Rp 685 juta per tahun. 

Bayangkan, pajak penghasilan di Finlandia mencapai 49,2%. Sempat dinaikkan jadi 53,5% untuk meredam inflasi. 

Pajak penghasilan di Eropa kebanyakan sangat tinggi. Belgia, Austria, dan Inggris misalnya 50%. Di Belanda malah 52%. Wouw!

Di Indonesia untuk yang berpenghasilan di bawah Rp 50 juta per tahun, pajaknya 5%. Antara Rp 50 juta sampai Rp 250 juta per tahun pajaknya 15%. Di atas Rp 250 per tahun 25%.

Pajak yang besar tersebut oleh pemerintah Finlandia diinvestasikan untuk sistem jaminan sosial yang disebut Kela.  So, pengangguran di Finlandia tetap ada, tapi mereka adalah pengangguran yang dilindungi dan disejahterakan oleh negara. Dananya dari rakyat yang beruntung mendapatkan pekerjaan. Termasuk para pengusahanya.

Kela digunakan untuk layanan kesehatan gratis bagi semua warga Finlandia. Bantuan sosial untuk para penganggur. Biaya pendidikan tinggi gratis. Biaya kelahiran gratis bagi seluruh ibu-ibu warga Finlandia.

**

Kembali ke laptop. Dari ilustrasi di atas, jelas terbaca bahwa perjuangan seluruh negara di planet bumi ini tak akan pernah mencapai NOL (tiada) pengangguran.

Menipiskan mungkin, tapi kalau menge-NOL-kan amat sangat sulit.

Karena GRES1.ID situsnya Arek-Arek Gresik, saatnya bertanya bagaimana halnya di bumi Kabupetan Gresik sendiri?

Tingkat serapan tenaga kerja di Gresik tergolong tinggi. 

Calon Bupati Gresik 2020-2025 nomor urut 1, Moh. Qosim mengatakan hingga 2019 jumlah pengangguran di Kabupaten Gresik 36.390 orang. Jumlah ini diperkirakan bertambah di tahun 2020 karena cengkeraman wabah Covid-19.

Menurut statistik 2017, sebanyak 632.529 warga Gresik (95,46%) memperoleh pekerjaan dari total usia kerja: 662.618 orang. Berarti jumlah pengangguran warga Gresik tahun 2017 sebesar 4,54%.

Tahun 2018, ada 625.842 orang (94,17%) yang memperoleh pekerjaan, dari total angkatan kerja 664.523orang. Berarti yang menganggur naik jadi 5,83%.

Tahun 2019, ada 620.883 orang (94,46%) yang memperoleh pekerjaan, dari total angkatan kerja 657.273 orang. Yang menganggur menurun sedikit jadi 5,54%. Yang menganggur 36.390 warga Gresik.

Tahun 2020 belum ada data, namun diduga kuat jumlah penganggurannya naik. Mungkin mencapai sekitar 50.000 orang.

Untuk menyerap semuanya (50.000 orang) yang masih menganggur tersebut pasti amat sulit. Jika setiap perusahaan yang baru bisa menyerap rata-rata 100 pekerja, maka dibutuhkan 500 perusahaan. Mungkin juga dari perusahaan yang sudah ada menambah tenaga kerja. 

Perlu diingat bahwa tidak mungkin semuanya dari warga Gresik. Begitu pula sebaliknya -- ini yang belum terdata – berapa sih sebenarnya jumlah warga Gresik yang bekerja di luar Gresik, bahkan di manca negara?

Kabupaten Gresik sekarang memiliki 1.340 pabrik. Mulai skala kecil sampai besar. 

Nah, ini janji pasangan QA (Qosim – Alif). Jika QA memenangkan Pilkada 9 Desember 2020, terobosan akan mereka lakukan. Antara lain bekerja sama dengan investor. PMDN maupun PMA. Menggalang koordinasi dengan para pemilik pabrik. Menghitung karyawan yang akan pensiun.

“Data sementara menyebutkan rata-rata pekerja yang akan pensiun dari semua pabrik di Gresik sebesar 3.000 orang per semester. Setahun 6.000 orang pensiun,” kata Qosim seperti dikutip bangsaonline.com.

Agar warga Gresik usia kerja yang masih menganggur siap pakai, maka QA (jika terpilih), akan memaksimumkan peran Balai Latihan Kerja (BLK). Para instrukturnya dipilih yang berkualitas. Dari akademisi maupun praktisi.

Untuk SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) akan diarahkan sesuai dengan kebutuhan nyata pabrik-pabrik di Gresik. 

Marilah kita berdoa, siapa pun yang menang nanti, wajib melaksanakan program yang dicanangkan pasangan QA. 

Akan tetapi, kita harus tetap ingat bahwa untuk menge-NOL-kan pengangguran amat sangat sulit.

Karena itu, siapa pun orangnya yang bisa memberikan pekerjaan saat ini, mereka adalah orang-orang yang mulia. Entah beliau pria atau wanita. Sudah tua, setengah tua, atau masih muda. Jika ada pemilik modal yang bisa memberikan pekerjaan di Gresik saat ini dan seterusnya, maka mereka tergolong kaum yang mulia. Terlebih di tengah cengkeraman wabah Covid-19 sekarang.

Bagi yang memperoleh pekerjaan wajib bersyukur kepada Allah SWT. Berterima kasih kepada beliau yang memberi pekerjaan. Mendoakan yang baik kepada pemberi kerja.

Sementara itu, di kejauhan terdengar teriakan menuntut kenaikan upah di satu pihak versus tuntutan untuk menekan ongkos produksi di pihak yang lain. Inipun pertarungan kepentingan yang abadi. Seperti perjuangan menge-NOL-kan angka pengangguran yang tak kunjung tercapai.

Semoga semua warga Gresik semakin sejahtera dan damai. Yang belum mendapat pekerjaan terlindungi jaminan sosial. Bahkan mungkin suatu saat bisa sukses di luar Gresik. Aamiin YRA. (*)

Apa Reaksi Anda?